Selasa, 27 November 2012

Come On!

Seringkali kemalasan berjejalan memenuhi hatiku. Kemalasan seperti jeratan tali yang mengikat tubuhku dengan kuat. Kemalasan seperti mampu menyemai bibit-bibit alasan untuk membiarkan sebuah kebaikan tertunda dilaksanakan.

Kini, aku seperti terjebak dalam kemalasan yang melenakan. Oh God.. I wanna change my life!

Aku benci dengan kemalasan. Tapi malas selalu hadir dalam waktu-waktuku. Terlebih WAKTU LUANG. Malas mungkin seperti heroin. Yang kata orang menenangkan dan memberi kepuasaan sesaat, tapi mematikan akibatnya.

Aku benci malas. Malas belajarlah, malas menulis, malas berbenah, ataupun malas untuk segera memulai kebaikan.

Seseorang bilang kepadaku malas adalah masalah klasik. Tapi bagiku malas adalah masalah besar bagi perkembangan hidupku. Malas adalah permasalahan yang selalu kontemporer karena tak kenal waktu dapat meruntuhkan niat-niat baik yang sedang kita bangun. Karena malas telah menyebabkan orang-orang tak mau segera bergerak. Malas membuat perubahan-perubahan yang harusnya terwujud menjadi tertunda. Atau seringkali, malas bahkan mengubur nama-nama calon pembaharu, calon pahlawan, calon inisiator, calon orang-orang yang sejatinya dapat menyetak sejarah tapi enggan meraihnya.

Haruskah aku berada dalam kondisi yang tertekan dan penuh ancaman untuk menghalau rasa malas ini? Haruskah aku dirutuki hujan batu agar mau sadar dan bangkit dari kemalasan? Na'udzubillah.

Kita memang patut belajar dari mereka yang senantiasa mengubur dalam-dalam rasa malas. Seperti orang-orang Palestina yang tak pernah lelah untuk berangkat perang, walau hanya batu yang ada di tangan. Mereka tak lelah menuntut ilmu, walau tak tahu pasti kapan dapat menerapkan ilmunya. Mereka tak pernah berhenti untuk berjuang, meski harus bertaruh nyawa. Ya, mereka seperti tak punya rasa malas. Karena mereka tahu, ada kehidupan yang lebih baik dijanjikan setelah kematian. Ada balasan yang jauh lebih indah atas apa yang mereka perjuangkan. Ada nama Allah yang menggema di ruang-ruang hati mereka.

Ya. Semoga hati kita masih mau diajak untuk berbuat baik. Semoga Allah masih hadir dalam setiap langkah yang kita ambil. Bismillah. semoga keistiqomahan senantiasa membersamai niat yang kita tebar. Aamiin..

1 komentar:

  1. Iya malas memang sekedar masalah klasik. Masalah besar yang harus kita perangi saat ini. Maka, Jihad pertama yang harus kita lawan adalah Jihad pada kemalasan. Luruskan niat, ukh :)

    BalasHapus